Majalah Sindo Weekly
Berlangganan Sindo Weekly


Mailbox

NO. 10 TAHUN III, 8 - 14 MEI 2014

Harga BBM Naik, Harus Ada Kompensasi

Bintang Anggoro Jatmiko
Perumahan Buncit Raya Permai. Blok J. No.9 Pasar Minggu, Jakarta selatan
R

ENCANA Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) akan segera dilakukan. Sementara itu, untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, Pemerintah mengklaim telah berkomitmen tegas bahwa kenaikan BBM ini akan dibarengi dengan kompensasi. Menurut Pemerintah, kompensasi untuk rakyat miskin sudah disiapkan, jika memang harga BBM nantinya mengalami kenaikan.

Menurut saya, komitmen tegas pemerintah memberikan kompensasi kepada rakyat miskin yang terkena dampak kenaikan BBM tersebut perlu diapresiasi bersama. Sebab, dalam perkembangan saat ini, harga minyak dunia memang terus merangkak naik. Jadi kenaikan harga BBM adalah sebuah keniscayaan, sehingga semua negara akan kena dampaknya.

Demi terjaganya anggaran negara dari kebocoran atau dengan kata lain merugi, dapat dipastikan harga minyak Indonesia juga harus disesuaikan. Namun dengan sebuah kebijakan yang tepat, khususnya kepada rakyat kecil, pemerintah kita bisa pro terhadap rakyat. Dengan begitu, walaupun harga minyak akan naik, pemerintah bisa tetap fokus pada kesejahteraan rakyatnya.

Saya berharap besar kompensasi terhadap rakyat kecil itu harus benar-benar difokuskan. Jangan sampai hal tersebut justru dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi ketika pemerintah mengatakan bahwa fokus kompensasi tersebut melalui program penyaluran beras untuk masyarakat miskin, bantuan siswa miskin, dan program keluarga harapan.

Program-program tersebut diharapkan dapat segera terealisasi dan sepenuhnya bermanfaat untuk rakyat. Bayangkan saja ketika penyaluran kompensasi yang dilakukan pemerintah saat itu justru dinikmati oleh golongan orang mampu, dengan kata lain proses pemberian subsidi ternyata tidak tepat sasaran. Oleh sebab itu, tiba saatnya kini pemerintah harus lebih fokus lagi dalam menerapkan kompensasi kepada rakyat miskin agar tepat sasaran.

Jika program itu telah berjalan, selanjutnya hal yang penting adalah sebuah pengawasan yang ketat. Kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan program serupa sebelumnya. Dengan pengawasan yang ketat, penyelewengan akan terhindarkan.







Berlangganan Sindo Weekly