Majalah Sindo Weekly
Berlangganan Sindo Weekly


Main Review

NO. 16 TAHUN I, 21-27 JUNI 2012

Anas Urbaningrum Ketua Umum DPP Partai Demokrat

"Tiap Hari Kami Digempur dari Udara"

"Tiap Hari Kami Digempur dari Udara"

Eko Purwanto/Sindo

U

ntuk ukuran seorang politisi yang sedang digempur dari segala penjuru, Anas Urbaningrum terlihat sangat tenang. Dia mengaku tetap menjalankan tugas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat (PD) secara normal. "Saya baru saja kembali dari Sumatera Utara untuk melantik pengurus Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Di sana, kami disambut 15 ribu masyarakat. Di setiap daerah seperti itu," katanya percaya diri.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam ini memang bukan politisi karbitan. Jejak rekamnya yang panjang sebagai aktivis mahasiswa dan politisi terlihat dalam gaya bicaranya: kalem, sistematis, dan terukur. Padahal, Anas tengah didera sejumlah isu minor, terutama soal kasus hukum yang juga ikut menyeret nama istrinya, Athiyyah Laila. Selain itu, dia harus berjibaku memelihara loyalitas ratusan pemilik suara di PD. Maklum, sejumlah tokoh kakap partai penguasa itu diduga kuat tengah berupaya mendongkel dia dari posisi nomor satu di eksekutif partai.

Akhir pekan lalu, di kediamannya di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, pria 43 tahun itu menjawab sejumlah pertanyaan Sururi Alfaruq, Andi Reza Rohadian, dan Irman Abdurrahman dari SINDO Weekly, seputar isu gerakan yang ingin mengakhiri karier politiknya dan kondisi internal Partai Demokrat.

Berikut petikannya.

Komentar Anda soal pertemuan Ketua Dewan Pembina dengan Ketua DPD se-Indonesia di Cikeas pada 12 Juni?

Saya tidak diundang, tapi tahu ada pertemuan itu. Saya sampaikan kepada para ketua DPD agar sebaiknya hadir di Cikeas karena pasti ada agenda penting yang ingin disampaikan Ketua Dewan Pembina (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono).

Anda tahu mengapa tidak diundang?

Tidak tahu. Sebab biasanya jika ada pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina, apa itu di Cikeas atau di tempat lain, yang mengundang ajudan bukan lewat yang lain.

Logikanya, kalau komisaris mengundang karyawan, pasti direktur utamanya juga diundang?

Memang yang terbaik adalah kalau saya yang diperintahkan untuk mengundang Ketua DPD. Tetapi, bagi saya yang penting adalah pertemuan itu sendiri pasti dimaksudkan untuk membicarakan agenda yang penting bagi masa depan partai.

Apa ada informasi resmi dari Pak SBY langsung soal hasil dari pertemuan itu?

Belum. Tapi substansi yang dibicarakan dalam pertemuan itu saya tahu karena saya mendapat informasi dari ketua DPD.

Apa itu?

Intinya adalah bahwa PD mengalami penurunan angka elektabilitas. Banyak hal penting dan strategis yang dibicarakan di situ, tetapi tidak baik kalau saya sampaikan ke publik. Tapi, biasanya wartawan kan sudah tahu sendiri.

Apa ini soal Anda yang menjadi penyebab turunnya elektabilitas itu?

Faktanya, dari berbagai survei memang angka elektabilitas PD mengalami penurunan. Saya bisa memastikan tidak ada faktor tunggal di situ. Pertama, itu pasti terkait dengan posisi PD sebagai penyangga utama pemerintahan. Di mana pun rumusnya partai pemerintah itu akan mendapatkan kredit politik kalau hasil kerjanya memuaskan publik.
 
Kedua, terkait dengan pemberitaan negatif yang berkembang atau dikembangkan sekurang-kurangnya setahun terakhir ini, soal kasus hukum beberapa kader PD.

Ketiga, citra PD yang di mata publik kelihatan kurang kompak. Sebetulnya di Indonesia tidak ada partai yang kompak-kompak betul, tetapi ada partai yang pengelolaan dinamika internalnya itu lebih dewasa. Nah, sebagian kader PD sering membawa urusan dapur, kamar tidur, dan urusan ruang tamu itu ke halaman bahkan ke jalan.

Kalau kasus hukum, termasuk kasus yang diduga melibatkan Anda sendiri?

Pendirian PD jelas. Siapapun yang mempunyai masalah hukum, ada fakta hukumnya, silakan diproses. Kami mendukung itu, tetapi kalau tidak ada ya jangan dicari-cari, hanya untuk memenuhi selera opini publik. Jadi kalau terhadap masalah hukum, PD clear. Berdasarkan data yang disampaikan Pak SBY dalam pertemuan di Hotel Sahid itu, masalah hukum yang menimpa kader PD tidak sebanyak partai lain. Hanya beritanya lebih meriah ketimbang partai lain. Ini karena PD partai pemerintah sehingga lebih seksi untuk diberitakan.

Bagi Anda, pertemuan di Cikeas positif apa tidak?

Mau tidak mau karena pertemuan di Cikeas diketahui publik, maka pertemuan itu menyisakan pertanyaan publik. Dan pertanyaan itu menimbulkan tafsir politik yang beragam.

Ada isu operasi khusus untuk menggusur Anda sebagai Ketua Umum, bahkan kabarnya ada dana yang sudah diguyurkan hingga ratusan miliar?

Saya tidak terlalu tertarik dengan isu seperti itu karena saya tahu politik itu kadang keras dan kasar, apalagi kalau tuna-etika. Kalaupun betul ada operasi seperti itu, ya itu realitas politik yang harus saya hadapi.

Soal Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD), apa organ ini resmi?

Di dalam AD/ART tidak diatur tentang forum seperti itu, juga di partai lain. Namun, AD/ART juga tidak eksplisit melarang forum seperti itu. Memang karena baru ada di PD, ya itu tadi, menimbulkan peluang orang untuk bertanya dan menafsirkan.

Apa itu bukan termasuk gerakan untuk menggusur Anda?

Seluruh kader partai itu perlu mengambil peran dan tanggung jawab. Tentu salurannya harus disiapkan di partai. Karena itu, PD menghargai kalau ada inisiatif seperti itu. Yang penting, sekali lagi, orientasinya harus mempersatukan, harus mengarah kepada integrasi internal partai, bukan kemudian menimbulkan ketegangan internal.

Kalau forum itu tidak resmi, terus memecah-belah, nanti akan sulit dikendalikan?

Di dalam agama, kadang ada yang namanya bid'ah. Bid'ah itu tidak selalu sayyi'ah atau jelek. Bid'ah itu ada yang hasanah, yang baik.

Banyak pihak di dalam partai ingin Anda jatuh. Lantas bagaimana Anda bisa bertahan?

Saya tidak bisa melawan tafsir di luar atau publik tentang apa yang terjadi di internal PD. Namun, bagi saya apa pun yang terjadi di dalam dinamika internal ini yang penting saya tetap bekerja berdasarkan mandat Kongres di Bandung.

Sejauh ini DPP, DPD, dan DPC solid mendukung Anda?
 
Semuanya bekerja dengan normal dan baik. Saya terus keliling ke daerah. Saya tidak melihat dan menemukan keganjilan-keganjilan di daerah.

Apa langkah-langkah mengembalikan suara PD yang hilang?

Kalau PD mau berhasil pada 2014, yang utama pemerintah mesti berhasil di mata rakyat. Yang kedua, membangun soliditas internal. Ketiga, melanjutkan institusionalisasi, pelembagaan partai. Keempat, PD mau tidak mau harus mulai bermain di udara. Jika hanya bertahan di darat, sementara digempur tiap hari dari udara, pasti akan tergerus.

Bermain di udara, konkretnya?

Demokrat harus mulai mengangkat secara objektif prestasi pemerintah, prestasi partai sendiri, dan prestasi kader-kader partai, kegiatan yang positif dan bermanfaat langsung dari partai maupun kader kepada rakyat. Kalau itu diangkat, publik secara luas akan tahu bahwa PD itu tidak negatif seperti yang diberitakan. Terlalu banyak sisi positif, tetapi tidak terangkat.

Hubungan dengan Ketua Dewan Pembina sekarang dibanding setahun lalu bagaimana?

Intensitas komunikasi kami tinggi. Kalau bertemu, kami konsultasi dan diskusi tentang perkembangan situasi politik nasional, situasi pemerintahan, kemudian perkembangan internal partai, dan bagaimana langkah yang harus diambil partai ke depan. Saya tidak merasakan ada ganjalan, hubungan yang dingin, atau yang di luar ditafsirkan ada ketegangan bahkan ada yang bilang sedang ada adu kuat dan segala macam.
 







Berlangganan Sindo Weekly