Majalah Sindo Weekly
ESET NOD32 ANTIVIRUS


Indicator

NO. 16 TAHUN II, 20 - 26JUNI 2013

Industri Rotan Sedang Koma

Industri Rotan Sedang Koma

SINDOWEEKLY/MULYANA

P

ascapenerapan Peraturan Menteri Perdagangan No.35/2011 tentang Larangan Ekspor Rotan yang berlaku pada November 2011 menyebabkan industri rotan megap-megap. "Praktis tidak ada yang operasional selama 2013. Industri rotan lagi koma," tutur Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia, Lisman Sumardjani.

Ancaman gulung tikar terjadi hampir di seluruh sentra produksi rotan Tanah Air. Dari 20 perusahaan rotan setengah jadi di Sumatera, seluruhnya sudah tidak beroperasi. Di Palu dan Makassar hanya 4 dari 60 perusahaan yang masih beroperasi. "Itu pun kapasitasnya tidak 100%, paling hanya 30%," imbuhnya.

Salah satu sentra produksi rotan tanaman di Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan produksi. Produksi rotan di Katingan anjlok dari kondisi normal 5.000–10.000 ton menjadi 100–200 ton.

Penyebab utama lesunya industri rotan adalah pelarangan ekspor rotan mentah, rotan asalan, rotan setengah jadi, dan rotan W/S sebagaimana yang diatur dalam Permendag No.35/2011. Penutupan keran ekspor rotan tidak diikuti oleh peningkatan daya serap pasar di dalam negeri sehingga memengaruhi harga dan minat petani dalam menyuplai bahan baku.

Kementerian Perindustrian memprediksi ekspor produk rotan Indonesia tahun ini akan mencapai US$ 250–300 juta, naik dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$200 juta. Peningkatan ekspor produk rotan ini disebabkan oleh penurunan produksi furnitur rotan Cina karena negara tersebut tidak lagi memiliki bahan baku.







ESET NOD32 ANTIVIRUS