ontroversial sejak awal, bola panas pembentukan Komponen Cadangan (Komcad), gugus tempur sipil yang dirancang Kementerian Pertahanan, seperti tak pernah kehilangan momentum. Pekan ini, saat RUU Komponen memasuki pembahasan lanjutan di DPR, nada penentangan beralih ke langgam yang baru.
Jika dulu Komponen ramai dikeroyok sebab dianggap bakal membangunkan macan tidur dominasi militer, pekan ini suara protes muncul dari cendekiawan yang dekat dengan birokrasi: Anies Baswedan. Anies, rektor sebuah universitas di Jakarta, tak suka berbasa-basi dan memilih masuk ke soal teknis. Menggunakan istilah wajib militer, dia bilang gagasan Komponen terlalu "besar" untuk ukuran Indonesia. Katanya, fakta penyebaran dan jumlah penduduk menjadikan gagasan itu "tidak mungkin diterapkan". "Kalau ada 5,6 juta anak Indonesia dan separuhnya saja laki-laki, mau menaruhnya di mana? Wong kita bikin SD dan SMP saja susah, apalagi bikin asrama? Hal seperti itu di negara kita tidak mungkin," kata Anies di Jakarta.
Anies ada benarnya soal amburadulnya pembangunan sekolah di banyak tempat di seluruh negeri. Tapi, dia juga sepertinya terlalu terbawa film-film Hollywood yang gemar memadankan wajib militer dengan barak, laras, loreng, dan sol sepatu yang masif. Faktanya, wajib militer bisa digelar di mana saja. Bisa di alam terbuka, di bawah tenda komando –dan tak harus di barak militer. Ia juga bisa digelar di kecamatan, kabupaten, bahkan hingga tingkat desa. Tak ada pula keharusan untuk berloreng. Kendati, dari sisi lain, penentangan pada level teknis ini bisa jadi sebuah isyarat kemenangan bagi Kementerian Pertahanan. Paling tidak, pokok penentangan telah bergeser ke soal teknis dan dalam soal ini keluwesan bisa dimengerti.
RUU Komponen Cadangan mengatur kewajiban masyarakat umum mengikuti pelatihan militer. Pasal 8 ayat 3 menyebutkan komponen cadangan melibatkan unsur pegawai negeri sipil, pekerja, dan atau buruh yang telah memenuhi persyaratan. Pasal lain menyebutkan sanksi pidana bagi mereka yang menolak direkrut dan mencari-cari alasan agar mangkir dari tugas bela negara.
Komcad Maju Grak
K




